"Rinta, aku cinta sama kamu," ucap Bara tanpa berpikir dua kali. Mata Rinta kembali membola. Rinta tak bodoh untuk mengerti bahwa Bara memang menyukainya selama ini, namun tetap saja pernyataan cinta yang mendadak seperti ini membuatnya bingung harus bersikap seperti apa. "Kita memang belum terlalu lama kenal, tapi gak butuh waktu lama untuk aku sadar bahwa aku mencintai kamu. Kamu istimewa, Rinta. Aku mau jadi seseorang yang selalu ada di samping kamu, untuk melindungi kamu." Rinta masih ternganga dan tak bergeming. Kepalanya mendadak kosong. "Aku mau kamu jadi pacarku, apa kamu bersedia?" Bara menatap mata Rinta dengan sejuta harapan. "A-aku ...." Rinta tergagap menggigit bibirnya kuat-kuat. Jujur Rinta memang suka bersama Bara. Lelaki itu teman pertama sekaligus orang yang selalu

