~UPIK~ Saat aku sedang sibuk mengoreksi kuis mahasiswa di ruang dosen, ponsel yang sedang berada di meja bergetar. Amak yang sedang menelepon. Ini adalah telepon pertama dari Amak setelah aku menceritakan soal keseriusanku dengan Daniyal dua hari yang lalu. Akhirnya dengan penuh kehati-hatian aku menerima panggilan telepon tersebut. "Sedang sibuk, Nak?" tanya Amak begitu aku menerima telepon sekaligus memberinya salam. "Nggak terlalu, Mak. Ada apa? Amak sehat? Abak? Rian?" tanyaku balik. "Sehat semua, Nak. Upik sendiri gimana? Sehat?" "Sehat, Mak." "Upik di mana sekarang ini? Nggak menonton berita di televisi?" Perasaanku tiba-tiba merasa tidak enak. Jantungku berdenyut seketika seperti dicubit rasanya. "Upik di kampus. Lagi di ruang dosen." "Coba nonton berita. Tapi sekarang m

