43. Serius

1155 Words

~DANIYAL~ “Kamu nggak capek pulang kerja langsung ke rumah aku trus beres-beres dan lanjut kerja?” Upik yang kini ikut duduk di samping gue setelah mandi. Tadi setelah makan dia buru-buru pamit ke kamar mandi karena belum mandi sejak pagi. Mendengar pertanyaan gue dia refleks menoleh dan tersenyum sambil menggeleng. “Maaf ya, gara-gara aku datang mendadak gini kamu jadi repot.” “Iya kamu ngerepotin karena mendadak banget. Coba waktu kamu masih di Soetta udah telpon mau ke Surabaya, minimal aku ada persiapan.” Wajahnya terlihat lucu saat menggerutu seperti itu. Gue meminta dia menghadap ke gue sepenuhnya. Menepis segala perasaan ragu di hati dan pikiran gue saat ini, gue meraih kedua tangan Upik kemudian menyatukannya dengan tangan gue. “Aku mau tanya sesuatu sama kamu.” “Tanya a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD