~UPIK~ Aku tidak tega melihat kondisi Tante Ana yang sedang tertidur lelap di sofa dengan posisi meringkuk seperti ini. Entah perbuatan apa yang sudah dilakukannya di masa lalu hingga wanita ini harus mendapat karma yang rasanya tidak sanggup dijalani oleh orang lain. Membuatku teringat pada Amak. Ketika Ayah divonis harus diamputasi setelah gempa tahun itu karena kakinya tertimpa bongkahan kayu, dalam sehari Amak bisa pingsan sampai tiga kali. Belum selesai penderitaan setelah mendengar keputusan itu, beliau dihadapkan ke persoalan hidup yang lebih pelik, harus menjadi tulang punggung keluarga sementara seumur hidupnya tidak pernah bekerja, selalu diperlakukan bak seorang putri raja ketika belum menikah dan diperlakukan layaknya ratu setelah menikah. Sentuhan Daniyal di bahuku membuatk

