25. Reaksi Nyokap

1209 Words

~UPIK~  Padahal aku sudah mengulas senyum terbaikku, tetapi Tante Ana masih terus menatap aneh padaku. Matanya menyorotiku dari ujung rambut hingga kaki lalu kembali lagi hingga tatapan kami bertemu lagi. Dia seperti terang-terangan sedang membuat penilaian tentang aku hanya lewat apa yang dilihatnya. Perbuatannya itu membuat aku risih setengah mati.  “Kamu kapan yang datang?” tanya Tante Ana sambil melangkah menuju ruang tengah. “Kemarin sore, Tante.” “Kemarin? Kalau pagi-pagi gini kamu ada di sini, berarti kamu tidur sini semalam?” tanyanya penuh intimidasi.  “Iya, tapi aku cuma sebentar di Jakarta. Senin mau ke Padang.” “Sekarang aja masih hari Sabtu. Berarti kamu masih tinggal di apartemen ini sampai malam senin dong.” “Aku maunya di hotel, tapi-” Ucapanku tiba-tiba terpotong o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD