~DANIYAL~ Gue menatap Upik lurus-lurus. Jantung gue berdebar lebih cepat diiringi dengan napas yang tercekat di tenggorokan. Kepalanya kembali tertunduk setelah mengatakan pertanyaan yang sama sekali nggak pernah gue duga akan terucap dari dia. Untuk pertama kali dan untuk perempuan pertama yang membuat gue seperti ini, akhirnya gue menurunkan segala ego dan meletakkan harga diri gue ke dasar lautan saat bertanya, “Kamu tanya pendapatku? Waktu kamu menyampaikan pertanyaan itu kamu mikir perasaanku nggak? Sebenarnya kamu itu pernah cinta sama aku apa enggak?” Upik terpaku. Benar dugaan gue kalau dia mengatakan pertanyaan tadi hanya sampai di mulut saja. Bukan benar-benar dari hatinya. Hingga lima menit berlalu dia belum juga merespon pertanyaanku. Dan bukannya jawaban yang gue dengar, mal

