Perut Flore langsung terasa mulas. Dia tidak berniat menceritakan apa yang terjadi kepada Angeline. "Aku sudah bilang," jawab Flore santai. "Suara di earphone-ku menyuruhku tetap di sana dan menari sedikit lebih lama. Cuma itu." Angeline pun mengembuskan napas sambil menunduk. "Aku sempat menunggumu, tapi mereka menyuruhku pergi." Flore menggenggam lengannya. "Enggak apa-apa." Namun, semuanya tidak baik-baik saja. Tidak ketika Flore terus memikirkan pengejaran itu, berulang kali, sampai sesuatu di dalam dirinya ikut bereaksi. Mereka berbalik menuju pintu, tetapi Flore tidak bisa menahannya lagi. "Hei, aku ...." deham Flore ketika Angeline menatapnya penasaran. "Aku tadi menelepon nomor itu. Kamu tahu, untuk melihat apakah aku bisa menari lagi—" "Ya, nomornya sudah gak aktif, kan?"

