Kedua bola mata berwarna hijau zaitun itu menatap tajam Deny, bibirnya yang merah tersenyum merekah tanpa ragu. Rambut yang berwarna kecoklatan tergerai indah menutupi dadanya yang dilapisi lingerie tipis berwarna hitam tanpa dalaman hingga menampakkan jelas puncak payudaranya yang menegang. Siapapun pria yang berada dalam satu ruangan dengan wanita cantik yang mengenakan lingerie tipis pasti akan tergoda untuk menyentuh ataupun mencumbu dan berakhir dengan bercinta. Namun berbeda dengan Deny yang mengawalinya dengan kerutan dahi. "Aku?" Deny memastikan ucapan Claire, sementara Claire melangkah pelan mendekati Deny sambil menatapnya tajam. “Kau pasti bergurau ‘kan, Claire?” Sejujurnya ia tak percaya dengan ucapan Claire yang terdengar seperti lelucon konyol. Karena yang ia tahu banyak pe

