Sebuah Rencana

1370 Words

Dengan mata berkaca-kaca Mela memohon pada Leon walau memintanya dengan setengah berteriak. Dia kembali mengulangi permintaannya sekali lagi. “Aku mohon, Leon. Jangan kau jual Deny. Dia milikku. Hanya milikku.” Pinta Mela penuh kesungguhan lebih dari ucapannya yang pernah berniat membunuh Deny. Baginya membunuh Deny dengan tangannya lebih baik daripada melepaskan pria yang pernah ia cintai untuk wanita lain. “Mela? Ada apa denganmu?” Leon memegang kedua bahu Mela yang tegang, menatap dirinya serius yang penuh pengharapan. “Jangan bilang kau masih mencintainya dan mengharapkan kalian bersama lagi?” Ia menyipitkan mata menelisik jawaban dari kilau mata Mela namun wanita itu membuang wajah. “Mela?”  Mela menatap Leon dengan kesungguhan. “Aku tak mengharapkan bersamanya lagi sebagai suami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD