''sekarang aku lagi memikir kan tentang sekolah ku, apakah aku harus melanjut kan sekolah atau tidak, kalau aku melanjut kan sekolah apakah ada biaya, itu yang ada di benak ku, yang selalu aku pikir kan setiap hari.
'' heehh..tia?''sapa stela memukul pundak ku.
''ada apa sih stela?'' kamu mengaget kan aku tau gak?''
''stela ini lah teman aku satu satu nya di sekolah, orang nya yang baik dan tidak pernah memandang perbedaan, walaupun stela anak orang berada tapi dia tidak sombong seperti yang lain nya.
'' maaf tia, habis nya kamu melamun, mikirin apa tia?''
'' ga mikirin apa kok stela''
ko melamun?''
'' ini stel aku lagi mikir mau melanjut kan sekolah atau tidak, kamu tau sendiri kan keadaan ku?''
''ga usah terlalu di pikirin tia, kalau seandai nya kamu tidak bisa melanjut kan sekolah itu bukan salah kamu yang tidak mau sekolah tia, tapi karena keadan yang tidak bisa membuat mu melanjut kan aekolah.
'' itu lah stela selalu membuat ku tersenyum di saat aku sedih, selalu menghibur ku di saat aku butuh teman.
''hoi..tia kamu pasti sedih ya karena gak bisa melanjut kan sekolah?'' tanya crisa mencemooh.
'' ya iya lah dia kan orang miskin, mana bisa melanjut kan sekolah baju nya saja kumuh begitu tidak pernah ganti, haha tawa stefi ikutan.
'' iya juga ya, dia kan sudah pasti tidak mampu, secara kan biaya sekolah itu mahal, mau dapat duit dari mana dia?''sambung crisa.
'' heh '' kalian bisa diam gak sih?'' tiba tiba stela datang membela ku.
'' memang nya kenapa kalau tia tidak bisa melanjut kan sekolah?'' ada masalah sama kalian?'' apa kah tia merugikan kalian tidak kan?''kata stela dengan marah
'' crisa dan stefi langsung diam, tidak bisa berkata kata lagi karena yang di bilang stela memang benar ada nya.
''kapan ya dua manusia ini bisa aku tutup mulut nya, aku selalu sabar menerima hinaan dan cacian mereka, tapi kalau aku melawan bukanya diam mereka nanti malah menjadi jadi, sakit rasa nya hati ini mendengar hinaan dari mereka setiap hari,tapi apa yang bisa aku perbuat yang ada cuma bisa diam karena melawan pun percuma,.ucap ku dalam hati.
'' adai kan aku punya uang mungkin tidak akan di hina orang, begini lah kalau aku lagi sendiri habis di hina orang orang selalu ber andai andai, entah kapan itu akan terwujud, aku selalu menantikan hari itu, hari di mana aku bisa punya uang sendiri, bisa beli apa apa sendiri dan akan di butuh kan sama orang orang yang selalu menghina ku dan keluarga ku.
''aku tidak menyangka kalau hidup ku akan se sulit ini.
''mas anto dari mana?'' tanya ku.
''karena waktu aku pulang sekolah mas anto dan ibuk tidak ada di rumah, cuma ada andre dan ari di rumah.
''mas dari ladang tia''
''ladang siapa mas?'' ngapain di ladang?''
'' itu ladang nya pak yono mas kerja di sana''
''Ooh..''
'' sekarang mas anto sudah bekerja, walau pun hanya kerja di ladang tapi mas anto senang karena sudah bisa bekerja dan bisa membantu ibuk.
''apakah aku seperti mas anto dan mbak mia saja ya lulus sekolah langsung mencari kerja, ucap ku dalam hati.
.
.
.
.
.