Bab 6

1165 Words
Jason sudah siap dengan kopernya. Hari ini ia akan berangkat ke Lombok untuk menggantikan James. Hatinya tak enak. Harusnya ia bisa berlibur dengan kekasihnya. Tapi sekarang ia sudah berstatus jomlo. Mengenaskan! Jason sudah tiba di bandara dan berniat chek in. Baru saja hendak masuk, Ponselnya berbunyi. "Arrggh, sial! Enggak jadi!" Kata Jason. Telepon barusan adalah dari pihak orang yang akan ia temui. Pertemuan itu dibatalkan karena sesuatu hal. Padahal, pekerjaan sekaligus libruan ini bisa digunakan untuk pengalihan masalah. Jason langsung berbalik arah mencari taksi. "Taksi, Pak?" tawar seseorang. Yang pasti itu supir taksi. Jason yang sibuk dengan ponselnya mengangguk. Kemudian melepaskan kopernya pada supir itu. Jason masuk ke dalam, mobil itu melaju dengan cepat . Jason terkejut saat melihat ada seorang wanita berkacamata hitam dan mengenakan masker di sebelahnya. Tiba-tiba pandangannya menjadi kabur. Kepala Jason terasa berat. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, berusaha membuka matanya. Ia bergerak tapi tak bisa. Kini ia menyadari bahwa tangannya di borgol. Ia tengah terbaring disebuah tempat tidur. "Hai?" Jason mencari ke sumber suara. Seorang wanita cantik berpenampilan seksi. "Siapa kamu?" "Seseorang," jawabnya santai. Jason mendesah kasar, tangannya berupaya melepaskan diri. "Kenapa harus seperti ini?" Tatap Jason curiga. Ia sendiri bingung sebab ia tak mengenal wanita ini. "Aku... membawamu ke sini untuk membuat kesepakatan." "Apa?" "Hamili aku!" Carla membuka blazernya. Kini tubuh mulusnya terlihat dengan jelas meskipun ia tidak sedang telanjang. Jason terperangah melihat wanita yang menurutnya gila Tiba-tiba menculik, menyekap dan mengikatnya di kamar semewah ini, lalu minta dihamili. "Kenapa harus aku?" tanya Jason. "Karena kamu berbeda," jawab Carla sambil mendekati Jason. "Di luar sana... banyak laki-laki yang lebih tampan dan kaya daripada aku. Mungkin dengan suka rela menghamilimu. Atau... kau bayar saja orang... kenapa repot sekali.menculikku?" Carla mendekati Jason, dengan gerakan erotis ia membelai d**a telanjang Jason. Mengecup d**a Jason. Jason memejamkan mata, harus ia akui bahwa itu membuatnya terangsang. Tapi, bukan berarti ia langsung mau tidur dengan wanita yang tak ia kenal ini. "Lepaskan aku. Aku harus bekerja. Aku rasa kau salah orang," kata Jason sembari mengembuskan napas karena ia sudah mulai terangsang. "Tidak. Kau pelayan di kafe Classic, bukan? Namamu Jason. Iya... aku tau. Karena aku salah satu pelanggan di kafe itu." Carla berdiri di hadapan Jason. Perlahan ia menurunkan dress tali spagettinya. Itu terlihat sangat seksi. Sampai-sampai Jason meneguk salivanya. Mimpi apa ia hari ini. Mendadak tau kekasihnya selingkuh, pertemuan ke luar kota gagal dan sekarang disekap. Kini dress Carla benar-benar sudah meluncur dari tubuhnya. Menyisakan bra tanpa tali yang sepertinya sudah hampir melorot. Sebab d**a itu berukuran 38C. Sempurna. Carla membuka ikat pinggang Jason, lalu menurunkan celananya. Jason tak berdaya dalam ikatan. Jantungnya berdegup kencang. Carla naik ke atas tubuh Jason, menunduk mendekati wajah Jason. "Jadi... apa yang kamu pikirkan sekarang?" "Kamu mau memperkosaku?" Jason terkekeh. "Sepertinya begitu. Supaya... kamu bisa berpikir ulang untuk menerima tawaranku." Carla melumat bibir Jason dengan lembut. Tangan kanannya meraba-raba kulit Jason dengan erotis. Jason menggelinjang, ingin bergerak membalas namun tangannya terikat. Gadis ini benar-benar menyiksanya. "Lepaskan aku, aku mohon," rengek Jason. Nafsunya mulai memuncak. Dirinya kini diselubungi nafsu. Carla menggeleng."Tidak. Aku harus puas bermain-main dulu di atasmu." Jason mendesah panjang saat tangan Carla menyelusup ke dalam boxer milik Jason. Benda keras itu diusap dan diremas lembut. Terasa sangat panas. Carla mencium pipi Jason. "Kamu... sudah mengeras." Carla menatap Jason dengan tatapan menggoda. "Iya... maka lepaskan aku. Aku... bisa lakukan ini buat kamu," balas Jason dengan napas yang memburu. “Baiklah, kalau kamu memaksa, tapi, aku ingin bermain-main dulu.”Carla menelanjangi Jason dan bermain-main di atasnya sampai ia merasa puas. Setelah itu, ia menyerahkan seluruhnya pada Jason dan keduanya saling memagut mesra, menghabiskan waktu yang panjang bersama-sama. ** Pagi ini, Jason terbangun dengan badan yang sakit. Mungkin efek tangannya yang kemarin diborgol oleh Carla. Jason melihat seorang gadis meringkuk di sebelahnya. Jason tersenyum, ia memeluk Carla dan mencium kepala gadis yang tak ia kenal itu. Gadis aneh. Menculiknya hanya untuk minta ditiduri.  Hal yang membuat Jason tertarik adalah Carla mengira ia adalah pelayan kafe. "Hei... kamu bangun." Carla melirik Jason yang tengah mengusap-usap rambutnya. "Yups. Aku sedang mengusap orang yang sedang menculikku," jawab Jason santai. Carla merubah posisinya. Dengan memegangi selimut untuk menutupi dadanya ia menatap Jason. Jason justru terlihat santai seolah-olah ia tak sedang diculik. "Oh... Sorry. Tapi aku masih ingin menyekapmu lebih lama lagi di sini." "Dengan senang hati," balas Jason. Carla menatap pria yang ia ikuti selama seminggu lebih di cafe tempat ia biasa menghabiskan waktu kosong. Awalnya ia merasa tidak yakin kalau Jason adalah pelayan kafe itu, sebab ia memakai jam tangan mahal. Tapi, karena setiap hari Jason melayani pelanggan dan memakai seragam, Carla yakin bahwa Jason bekerja di sana. Sejak melihat Jason, carla sangat yakin bahwa Jason bisa membantunya. "Baiklah. Terima Kasih kalau kamu senang melakukannya." Carla menggulung rambutnya dengan asal. "Jadi, apa yang kulakukan selama penyekapan ini? Apa aku harus menidurimu setiap saat?" Tanya Jason. Carla menoleh, tertawa geli."Ya aku akui... kamu hebat. Kamu memiliki tubuh yang bagus,wajah yang tampan dan kejantanan yang nikmat. Tapi, enggak selalu nidurin aku, Man...." Jason merubah posisisnya mendekati Carla, mengecup pundak Carla sekilas."Lalu apa?" "Pokoknya... selama satu minggu ini kamu harus menuruti keinginanku. Setelah itu kamu bebas," jelas Carla. "Hanya itu?" “Iya." "Lalu... untungnya buat aku apa?" "Kamu bebas." Jason menggeleng."No... itu bukan keuntungan. Kalau masalah bebas... aku bisa membebaskan diri sendiri kok. Tanpa harus kamu bebaskan." Carla tertawa."Hei... aku sedang menyekapmu. Jadi, kamu harus menuruti keinginanku. Namaku Carlaine Tanaka. Sebenarnya aku biasa dipanggil Clay." Jason mengangguk-angguk. Ia pernah mendengar nama itu. Clay memang bukan orang biasa."Oke. Lalu?" "Sebenarnya aku tak akan hamil karena perbuatanmu semalam. Sebab, aku sedang tidak subur." Clay melanjutkan ucapannya. "Lalu?" Clara menggeleng."Tidak ada. Aku hanya menginginkanmu." "Oh begitu? Mungkin libidomu meningkat saat melihatku di kafe. Begitu, kan? Makanya... kamu menyekapku dan memperkosaku. Itu penculikan yang manis." Jason mengerlingkan matanya. "Tidak hanya itu, Jason. Aku ingin membuat kesepakatan denganmu." Wajah Clay berubah menjadi serius. "Apa?" Carla mengembuskan napas dengan berat."Aku... ingin hamil anakmu." "What?!!" "Kenapa?" Carla turun dari tempat tidur membawa serta selimutnya. Jason kelabakan, meraih bantal dan menutupi tubuh bagiab bawahnya.u begitu? Enak aja. Aku enggak kenal kamu. Aku juga enggak cinta sama kamu." Carla tertawa geli."Enggak usah mikir kejauhan. Aku enggak bakalan minta tanggung jawab kamu." Mata Jason menyipit."Kamu pikir... aku bakalan mau gitu aja? Aku bukan laki-laki kurang ajar yang menghamili wanita terus ninggalin gitu aja. Jangan konyol, Clay. Aku bukan orang seperti itu." Carla tak mendengarkan ucapan Jason dengan serius. Ia memilih masuk ke kamar mandi. Jason melanjutkan tidurnya karena tak tau harus berbuat apa. Setengah jam kemudian Carla membangunkan Jason. "Jay... bangun!" Jason menoleh."Jay?" "Iya..., Jay. Terserah aku dong. Bangun, ah. Aku mau ngajak kamu pergi," kata Carla yang masih mengenakan handuk. "Kemana?" "Shopping." Carla mengeringkan rambutnya. Jasob menguap lebar."Perempuan, kerjaannya shopping. Enggak ada kegiatan lain apa?" Carla mendelik."Hei! Ini bukan shopping biasa. Aku ada misi. Nanti aku jelasin di jalan. Udah mandi, sana. Kamu ada baju, kan? Itu tas kamu ada di dalam." "Ya ampun, udah nyulik, bawel, banyak maunya!" Jason mengomel sambil memasuki kamar mandi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD