Jason dan Clara sudah siap untuk pergi. Carlamengambil alih untuk menyetir.
"Kamu, nih yang nyetir?" tanya Jason heran.
"Ya iya, lah, memangnya kamu bisa? Kamu punya mobil? Kan, enggak." Carla masuk ke mobil tanpa memperhatikan ekspresi Jason.
Jason masuk."Ehm... kenapa tidak mungkin, bisa aja , kan aku punya mobil."
"Ya kali, pelayan kafe punya mobil." Carla melajukan mobilnya pelan.
Jason tertawa dalam hati. Jadi, intinya Carla memang tidak mengetahui siapa dirinya. Sebaiknya Jason mengikuti dulu apa yang Carla inginkan. Sebab, ia yakin yang Carla inginkan bukanlah mengenai harta. Sekitar tiga jam Carla dan Jason mengitari pusat perbelanjaan. Carla juga membeli beberapa keperluan Jason.
"Clay, aku belum makan dari pagi loh!" Protes Jason.
"Iya... iya... sebentar ya." Clara merapikan belanjaannya. Matanya kemudian tertuju ke sebuah arah. Clara menarik Jason agar bersembunyi.
"Ih, kenapa, sih?" Jason kesal karena ditarik tiba-tiba.
"Diam. Itu ada pacarku, eh... mantan sih. Dia selingkuh sama itu cewek," tunjuk Clara pada sebuah tempat makan.
"Ck... mana sih? Aku lapar, loh!" Jason celingukan mencari arah yang dimaksud Clara."Dimana?"
"Itu cowok yang di dekat kaca. Pakai kemeja hitam," kata Clara.
Mata Jason tertuju pada seorang pria yang duduk dekat kaca dan tampak sedang tertawa. Di depannya ada seorang perempuan bertubuh mungil. Wanita itu adalah Yessi. Hati Jason kembali berdenyut. Ternyata rasa sakit itu masih ada. Jason terdiam.
"Jay?" Carla mengguncang tubuh
"Oh... sorry. Aku lagi liat itu, mantan aku." Jason membuang pandangannya, tak ingin melihat gadis itu lagi.
"Yessi?" Entah kenapa Carla menyebut nama yang tak ingin didengar oleh Jason.
"Kamu kenal?"
"Yessi itu mantan kamu?" Carla memastikan pada Jason. Sekalipun sebenarnya ia tidak percaya.
"Iya."
Carla mendengus kesal."Jadi, Yessi selingkuh sama pacar aku? Penyebab aku ditinggalin Revan karena wanita itu."
"Oh ya? Dia juga meninggalkanku karena pacarmu itu."
Carla tertawa."Mungkin karena Revan itu orang kaya makanya Yessi memilih Revan."
"Memangnya Revan kerja apa? Eh... kerja di perusahaan mana?" Jason tak terima jika ia dikatakan miskin meskipun secara tidak langsung. Seandainya ia mau, ia bisa setara dengan James. Dan saat itu juga ia akan menjadi laki-laki paling diminati. Suamiable.
"Enggak usah tau. Kamu juga..., pasti enggak tau," kata Carla sombong.
Jason hanya tertawa mendengar jawaban Carla. Andai Carla tau siapa dia sebenarnya, mungkin Carla tak akan berani menculik dirinya. Tapi, itu bukan masalah. Toh, Jason juga mendapat keuntungan. Ada wanita seksi yang secara cuma-cuma menyodorkan dirinya untuk ditiduri. Setidaknya sampai Carla menstruasi, Jason akan aman. Setelah itu, ia akan pikirkan nanti bagaimana caranya bebas.
"Sok tau!" Balas Jason kesal.
"Jadi, ya, Yessi itu ninggalin kamu demi laki-laki kaya. Memangnya kamu enggak tau, ya?" Tanya Carla.
"Jangan bicara yang enggak-enggak. Biarpun Yessi selingkuh, tapi bukan berarti dia jahat. Siapa tau karena memang aku enggak punya waktu buat dia," balas Jason. Meskipun sudah mantan,tetap saja ia tak suka jika Yessi dipandang serendah itu. Memang Yessi hanya seorang penjaga butik. Tapi, baik-tidaknya orang bukan dilihat dari posisi pekerjaannya.
"Setiap malam dia main ke clubbing, kan? Kenapa aku tau... ya karena aku buntutin Revan yang kemudian malah mereka pacaran. Sakit! Enggak tau, ya siapa yang mulai duluan. Tapi intinya mereka berdua brengsek." Carla menjawab ucapan Jason dengan kesal. Emosinya memuncak kala membahas mantan pacarnya.
"Hah?" Jason menganga tak percaya. Yang benar saja ia harus percaya dengan wanita yang sudah menculik dan menyekapnya.
Pikiran Jason melayang-layang pada ucapan Carla yang mengatakan bahwa Yessi suka mengunjungi sebuah Club malam. Maksudnya, Jason juga bukanlah orang munafik. Ia juga bergaul bebas saat di London. Tapi, yang ia sesalkan mengapa ia tak pernah tau tentang hal itu. Bukankah Yessi itu wanita baik dan sederhana. Jason juga selalu mengantarnya pulang.
"Mikirin apa?" Tanya Carla.
Jason menggeleng."Enggak ada."
"Mantan kamu itu? Ya udah... gini, ntar malam temenku ada yang ulang tahun di club. Aku yakin Revan datang dan bawa Yessi. So... kamu mau ikut? Sekalian lihat sih... kalau di club, Yessi itu gimana."
"Kamu ngejatuhin Yessi karena sekarang dia adalah pacarnya Revan, kan?" Jason menatap Carla tak suka.
Carla membalas pandangan Jason dengan tatapan lebih tak suka."Hei! Aku enggak suka sama Yessi karena ia merebut Revan. Banyak kok buktinya. Dia ngerebut Revan saat masih berstatus pacar aku, Jas."
"Aku enggak percaya."
Carla tertawa."Kamu cinta banget, ya sama Yessi sampe ngebelain segitunya. Kamu enggak tau kalau selama ini Yessi sering ke club jauh sebelum ia kenal Revan. Kalau kamu enggak tau... ya wajar. Kamu, kan, kerja sampe malam di kafe."
"Oke! Kita buktikan." Jason menyetujui ajakan Carla.
"Kamu enggak usah pakai baju seseksi itu!" Protes Jason saat melihat Carla sudah keluar dari walk in closet. Ucapan Jason kali ini beralasan, sebab matanya tak ingin lepas dari wanita di hadapannya itu.
"Aku biasa pakai beginian. Kamu enggak biasa, ya... mulai sekarang biasakan, lah."Carla terkekeh.
"Ganti deh yang lain," kata Jason.
"Bilang aja kamu jadi mupeng. Enggak tahan liat aku pakai ini." Carla tertawa.
Jason merutuk dalam hati. Berusaha membuang pandangannya dari wanita seksi itu. Mendadak tubuhnya terasa kepanasan padahal suhu Ac sudah cukup dingin. Celananya mulai mengetat.
"Ingat, ya! Selama di sana... kamu harus bersikap sebagai kekasih aku atau... paling enggak gebetan, lah."
"Oke."
"Oke. Ayo pergi." Carla mengambil kunci mobilnya.
Musik berdentum keras. Carla dan Jason memasuki arena Club. Carla tampak ceria saat bertemu dengan teman-temannya. Sibuk cipika cipiki dan bergosip ala cewek. Pandangan Jason beredar ke setiap sudut, mencari keberadaan Yessi.
"Car, kemana aja lu... ngilang mulu," kata Bianca, teman satu club Carla.
"Menghilang dari kehidupan dulu. Tau, ah... mendadak pengen ngilang aja," jawab Carla malas. Pasti ujung-ujungnya bakalan bicarain masalah Revan.
"Semenjak lo enggak ke sini lagi, duh... club rame banget sama gosip pasangan baru itu." Grace memekik seakan ada sesuatu berita atau kejadian menghebohkan.
Clara sudah menduga. Ia hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah. Ia pikir menghilang membuat berita tentang Revan sudah reda.
"Lo tau, kan, pacar barunya Revan itu... kalau joget hot banget. Bikin laki-laki di sini mupeng," kata Grace lagi.
"Lagian Revan, ya... udah tau itu pacarnya. Dikasih aja gitu joget erotis. Kan yang liatin banyak." Bianca menambahi.
"Udah, ah... males bahas mereka tau, nggak. Gue ke sini buat move on," kata Clara.
Grace dan Bianca saling memandang.
"Lo... udah punya pacar baru?"
Clara memasang wajah misterius membuat Grace dan Bianca memekik bersamaan.
"Aaaa... siapa... siapaa?"
Clara menoleh mencari keberadaan Jason. Sialnya malah Jason menghilang.
"Sial!" Umpat Carla."Kayaknya dia lagi ke toilet deh."
Bianca dan Grace mengangguk-angguk."Oh... ntar juga ketemu, ya, kan. Eh... kita ucapin selamat yuk sama Daniel."