22. Misterius

3312 Words

Bunda membawaku ke belakang panggung, ternyata di sana sudah ada Clara dan juga Mas Raddan. Ketika netraku menangkap sosok lelaki bersetelan keemasan yang senada dengan gaunku. Aku tak dapat mengalihkan tatapan kemana pun lagi, dia terlihat bercahaya dan menentramkan hati. Mas Raddan tampan sekali malam ini. Apa jangan-jangan Bunda yang telah merencanakan setelan couple untuk kami? Seketika aku menoleh ke arah Bunda bertanya lewat tatapan, Bunda hanya tersenyum sembari menaik turunkan sebelah alisnya. Aku menggeleng, tidak hanis pikir. Namun lengkungan sabit tak dapat memudar di wajahku. Tatapanku beralih pada Clara yang terlihat tidak suka dengan kedatanganku di sini. Sepertinya memang benar jika dia yang telah membakar gaun milikku. Nanti saat ada waktu untuk berbicara dengannya, aku a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD