Clara masih menangisi kepergian suaminya bersama madu sekaligus rivalnya itu. Tangannya mengepal merasa tidak terima dengan semuanya, dirinya merasa terhina di perlakukan seperti ini. Memangnya salah memperjuangkan cinta? Di usapnya lelehan air mata yang menggenangi pipinya. Kemudian ia bangkit dengan sebuah tekad kuat. Raddan sudah menjadi miliknya, susah payah ia gunakan berbagai cara untuk menjeratnya dalam pernikahan ini. Jadi tak ia biarkan lelaki yang sangat ia cintai itu lepas begitu saja. "Aku pasti bisa merebut kamu lagi dari tangan dia! Karena aku sangat mencintaimu dan kamu juga harus mencintaiku, suamiku! Hanya aku yang mencintaimu debesar ini. Hanya aku!!" Clara melangkah pasti keluar dari rumah berlantai dua itu. Perempuan berpenampilan modis itu akan memulai rencananya ya

