Jakarta, Indonesia Setelah kami kembali ke Indonesia, Mas Raddan langsung memboyongku dan anak-anak ke rumah baru kami. Rumah yang dulu sempat aku rancang bersamanya. Ternyata selama aku pergi dia telah mengisi beberapa perabotan seperti kasur dan juga lemari di kamar utama kami. Mas Raddan bercerita jika selama ini dia banyak menghabiskan waktu di sini, terkadang pulang ke rumah yang di tempati Clara untuk menengok Cantika. Tapi sekarang Mas Raddan akan fokus pada kami. Untuk Cantika, dia akan menginap setiap minggu. Bagaimana pun juga, Cantika sangat dekat dengan Mas Raddan. Dia belum mampu menerima keadaan ini sepenuhnya. Senyumku mengembang melihat senja sore ini, pemandangan yang hanya dapat kulihat pada sore menjelang malam. Singkat, seperti hidup manusia di bumi ini tapi kenapa m

