Aku terbangun saat mendengar suara ketukan pintu. Mataku tak sengaja melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Aku kesiangan! Astagfirullah, kenapa aku bisa bangun sesiang ini dan juga aku merasakan tidurku sangat nyenyak dari pada malam-malam kemarin. Hah! Tapi aku harus bergegas agar aku tidak telat untuk mengajar. Jika murid yang terlambat akan mendapatkan hukuman sedangkan para guru akan mendapat teguran plus ceramah akbar dari kepala sekolah. Silvi sering kali berceloteh tentang kejamnya Pak Akbar saat mendapati guru-guru terlambat. Saat akan bangkit dari kasur, perutku terasa berat seperti ada sesuatu yang menahanku. Kuarahkan pandangan ke bawah dan mataku langsung membulat saat melihat ada tangan seseorang yang sangat aku kenal sedang memeluk erat tubuhku dari b

