17. Terpesona

2054 Words

"Bu Hawa, tunggu!" panggilan Pak Rama tak kuhiraukan. Saat ini yang terpenting adalah menemukan Silvi dan menjelaskan kronologi kejadian di dalam kafe tadi. "Hawa! Saya cinta sama kamu! Tolong jawab pernyataan cinta dari saya, dulu!" teriakkan Pak Rama membuat langkahku terhenti. Beberapa detik kemudian, aku berbalik seraya menghela napas kasar. "Dengarkan ini baik-baik, Pak Rama. Saya tidak memiliki rasa yang sama dengan Bapak. Hati saya sudah terisi penuh oleh seorang lelaki yang telah mengijrarkan janji suci di hadapan penghulu beberapa bulan yang lalu. Dan asal Bapak tahu, Silvi yang sudah memendam perasaanya pada Bapak bukan saya.” "Apa maksud kamu? Janji suci? Saya tidak percaya, pasti itu hanya alasan kamu kan, untuk menolak saya?” sangkal Pak Rama tak percaya. Sepertinya dia tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD