"Kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya Raddan heran pada anak lelaki yang duduk di sebelahnya. Anak itu yang tadi menyindirnya. Azka menoleh kembali ke arah pria dewasa yang ada di sebelahnya. Kepalanya mengangguk. "Iya, Umma saya berasal dari sana." Raddan memerhatikan anak yang ada di sebelahnya. Jika di perhatikan dengan seksama anak ini terlihat tidak asing di matanya. Wajah khas asianya terasa sangat familiar tapi dia pernah melihatnya di mana? Rasanya ini pertemuan pertama mereka. "Nama kamu siapa?" tanya Raddan kemudian. Dia merasakan sebuah perasaan menggebu untuk mengenal anak ini lebih dekat. Ada buncahan rasa yang sulit di ungkapkan dalam dadanya ketika menatap lekat anak lelaki ini. "Azka," jawab anak itu singkat. Satu kata yang membuat Raddan mengetahui bahwa anak bernama Azk

