Saat dijalan menuju kerumahku kami berbincang bincang dimotor. kami sedang berdiskusi tentang persiapan pernikahan kami. Rendi bilang minggu depan kami akan mencetak undangan pernikahan dan sekalian mencari souvenir pernikahan. saat itu kami merasa bahagia dan sangat tidak sabar menantikan hari pernikahan kami. Setibanya kami dirumahku rendi pun mampir ke rumahku untuk memberitahukan kepada kedua orangtuaku kalau minggu depan kami berencana untuk mencetak undangan dan mencari souvenir pernikahan. Dan orangtuakupun mengiyakan rencana kami minggu depan. Dan rendipun pamit pulang ke rumahnya.
Sesampainya rendi dirumahnya ia pun memberitahukan kepada kedua orangtuanya bahwa minggu depan akan mencetak undangan dan mencari souvenir pernikahan. Dan hari yang dinantikan pun tiba. Pukul 15.00 rendi datang menjemputku dan kami langsung menuju ke percetakan undangan. Sesampainya disana kami sibuk mencari contoh undangan yang paling bagus dan terpilihlah satu yang menurut kami berdua pas dengan selera kami. Setelah selesai urusan undangan kamipun bergegas pergi untuk tujuan selanjutnya yaitu souvenir. Saat dijalan menuju tempat souvenir aku melihat ada sebuah pasar malam yang sangat besar dan rendipun bertanya padaku "Yang, mau kepasar malam gak?? "lalu kujawab "mau yank aku mau ke pasar malam" dan pada akhirnya kamipun mampir kepasar malam dan mengurungkan niat untuk mencari souvenirnya. Rendi memarkirkan motornya dan kamipun berkeliling dipasar malam, rendi menggandeng tanganku sepanjang kami berkeliling. Malam itu terasa bahagia sekali, kami melihat lihat berbagai jualan dari makanan, aksesoris ponsel, baju, celana dan lainnya. Lelah saat berkeliling kamipun segera mencari food court untuk mengisi energi kami yang terkuras karena berkeliling dipasar malam yang sangat besar ini. Aku memilih food court yang menyajikan aneka makanan pedas, yup aku adalah pecinta makanan pedas namun berbanding terbalik dengan rendi, ia tidak suka pedas. Namun ia tetap mengikuti selera makanku. dan lama kelamaan rendipun sudah terbiasa akan kebiasaan makanku yaitu makanan serba pedas. Selesai berkeliling rendi melihat arlojinya sudah menunjukkan pukul 23.00 dan akhirnya kamipun pulang. Sesampainya dirumahku saat rendi mau pamit pulang, orangtuaku menganjurkan agar menginap saja malam ini dirumahku karna sudah sangat larut dan rumah rendi sangatlah jauh. "Nak rendi, lebih baik menginap saja malam ini dirumah karena sudah larut malam dan kebetulan papa ranti lagi tugas diluar kota . demi keamanan rumah ini harus ada laki laki dirumah kata mama pada rendi. " baik bu, kalau begitu malam ini saya tidur dirumah ibu jawab rendi" . didalam hati aku berkata "mama, rumah ini memang bisa aman tapi aku yang gak aman karena pastinya rendi bakalan minta jatah padaku".
Lalu mamapun kembali tidur, aku bergegas mandi karena badanku terasa lengket. selesai mandi kutengok ke kamar tamu untuk memastikan kalau rendi sudah tidur namun dugaanku sangatlah salah ternyata didalam kamar tamu rendi sudah menungguku. diatas kasur dia sudah telanjang dan kulihat juniornya sudah tegang sempurna bersiap untuk masuk ke milikku. tanpa basa basi rendi langsung menyerangku dengan ciuman panasyang sangat b*******h kimono mandiku sudah ia copot dan akupun sudah polos tanpa sehelai benang. rendi langsung bergerilya dengan puncak dadaku yang membuatku berdesah "akh akh akh akh ah" lalu ia menuntun juniornya menuju milikku dan dengan satu dorongan langsung tertancap sempurna dimilikku. pinggul mulai maju mundur membuatku mendesah keras "akh akh akh akh..ah...akh..akh..niiikkkmaaaaat seeekaaaliii yaaaaaaang pekikku yang membuat rendi semakin menggila menghentakkan juniornya dimilikmu dan ia lun mendesah " akh akh akh akh yaaaaaanngg kaaaaammuuuuu saaaangaaaaat niiiiikkkmaaaaaatttt racau rendi karena dijepit kuat oleh milikku...akh akh akh akh yaaaaanggg kaaammuuuu buaaaaattt aaakuuuuu keeecaaannnduuuuuaaaaan akkkhhh akkkkkhhh akkkkhhhh pekik kami berdua dengan pelepasan bersamaan didalam..." ish, ayank kan aku udah bilang jangan didalam nanti kalo aku hamil gimana coba???" gerutuku pada rendi " sayang, kan kita mau nikah cuma itungan 4 minggu lagi...jadi jangan takut lagian kalau kamu hamil juga gak apa apa , kita ini udah suami istri sebentar lagi, jawab rendi" . lalu kamipun segera tidur karena permainan panas kami tadi.