Aku terbangun pukul 03.00 pagi, kulihat rendi masih tertidur pulas dengan tubuh telanjangnya yang membuat mataku terbelalak karena si empunya tidur namun juniornya masih terbangun sempurna. aku memutuskan tuk kembali ke kamarku segera agar mama tidak tahu kalau aku berada satu kamar dengan rendi yang habis berhubungan intim. Yah, ini entah yang keberapa kali kami melakukannya karena sudah terlalu sering rendi memintajatah padaku. saat aku mau turun dari kasur dengan perlahan tiba tiba aku ditarik dan terjatuh telentang dikasu kulihat rendi sudah bersiap untuk memasukkan juniornya kedalam milikku. "akh pekikku karena rendi langsung mendaratkan juniornya dimilikku yang belum basah terasa perih, sakit walaupun sudah berulang kali juniornya singgah dimilikku. rendi mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan sangat cepat yang membuatku mendesah keras" akh akh akh akh akhhh akkkhakh akh akh..
Semakin menggila rendi memaju mundurkan pinggulnya menghujam dengan keras juniornya dimilikku membuat rendi mendesah keras " akh akh akhakh aaayyyaaaaang aaakkkuuuuu gaaaaakkk taaaahaaannn kaaaalaaaaauu deeekeeeet kaaaammuuu maaaauuuuunyaaaa beeeerrrciiiiiiinnntaaaa teeeruuuuusssss racau rendi karena terlalu nikmat baginya sambil terus memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat cepat. "saaaaayyyaaaanggg aaakuuuu maaaauuuu keeeluuuuuaaaarrrr racau rendi. setelah selesai bercinta akupun bergegas kembali ke kamarku takut ketahuan oleh mama.
Sinar matahari pagi membangunkanku dari tidur malamku yang singkat akibat ulah rendi semalam. Akupun bergegas mandi. selesai mandi akupun langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. berhubung ini hari minggu maka aku hafal akan kebiasaan mama yang meraton pagi dengan ibu ibu komplek rumah dan siang hari baru pulang. selesai masak aku sajikan dimeja makan lalu aku bergegas ke kamar tamu untuk membangunkan rendi agar segera mandi dan sarapan. Kulihat rendi masih tertidur pulas karena ia kelelahan akibat ulahnya sendiri semalam. "yank, bangun sudah siang ini kamu mandi terus sarapan...pekikku...aku sengaja bilang ke rendi kalau ini sudah siang agar ia langsung bangun karena rendi tahu kalau minggu siang pasti mama sudah dirumah.yup, rendi tahu rutinitas hari minggu mamaku. ia bergegas bangun dan mandi lalu sarapan
Selesai sarapan aku mengusulkan kalau hari ini akan mencari souvenir pernikahan. dan rendipun mengiyakan. tanpa pikir panjang kuraih ponselku dan kukirim pesan ke mamaku kalau kami pergi mencari souvenir. Kamipun bergegas pergi ke sebuah mall yang menyediakan berbagai aneka souvenir yang lucu dan bagus.Sesampainya di pelataran parkir mall rendi segera memarkirkan motornya, kemudian kami berkeliling mall untuk mencari souvenir. Beberapa toko souvenir sudah kami kunjungi dan belum menemukan souvenir yang kami inginkan. Dan kulihat sebuah toko souvenir yang menurutku sangat menarik lalu kamipun bergegas menuju toko tersebut dan benar saja disana kami menemukan souvenir yang kami inginkan.
Setelah selesai belanja aku dan rendi memutuskan untuk mencari makan dahulu karena energi kami terkuras berkeliling mall yang besar ini. kami mencari food court yang menjual makanan pedas lalu kamipun memesan beberapa menu makanan dan minuman. Setelah selesai makan aku dan rendi bergegas pulang kerumahku. kami menuju ke pelataran parkir mall, sesampainya diparkiran mall rendi merogoh saku celananya mencari kunci motor. tidak ditemukan disaku celananya, lalu ia pun bertanya padaku "yang, kunci motorku ada dikamu gak ya??? tadi aku titipin dikamu gak yang??? kurogoh tasku dan ku obrak abrik tasku tidak kutemukan kunci motornya. Rendipun panik langsung bergegas menuju motornya tidak ada kunci yang menggantung dimotornya. Lalu rendipun bertanya kepada petugas parkir mall ini. Dihampirinya petugas parkir dan bertanya " maaf pak mengganggu sebentar, bapak lihat gak pas saya parkirkan motor tadi ada kunci motor saya yang masih tergantung dimotor???" "oh, iya mas tadi kunci motor mas memang masih tergantung dimotor mas sudah saya cabut tapi saya serahkan kepada kepala petugas parkir dikantor tadi, coba mas ke bagian parkir atas disana kantor kepala petugas parkir. kamipun menuju keparkiran atas. sesampainya disana rendi langsung to the point pada kepala petugas parkir " maaf pak, saya mengganggu waktu makan siang bapak. Saya mau tanya apakah bapak tadi menerima sebuah kunci motor yang tadi diserahkan kebapak dari anak buah bapak??? dengan santainya kepala petugas parkir itu bilang " mas, kalo mau ambil kunci motor mas . masnya harus bayar 100 ribu dulu ke saya itu untuk laporan mas kehilangan kunci motor dan anak buah saya yang menemukannya masih tertinggal dimotor masnya." Kok begitu pak?? tanya rendi pada kepala petugas parkir " emangnya ada peraturan seperti itu pak" ketus rendi pada bapak itu. "kok masnya ngomong ngegas?? ini udah aturannya mas!!!! kalo gak mau ya udah pergi sana dari kantor saya!! teriak kepala petugas lepada rendi. kulihat rendi sudah terpancing emosi oleh kelakuan bapak itu. segera ku cegah rendi agar ia tidak murka kepada kepala petugas itu. "begini aja ya pak, gimana kalo saya ke kantor polisi sekarang menyatakan kalo kunci motor saya hilang dimall ini. biar polisi yang menyelesaikan semuanya saya hanya tunggu kabar saja. saat ini kami bisa pulang kok tanpa motor saya dan pesan taksi urusan berea" gertak rendi kepada kepala petugas parkir . dan akhirnya bapak itu menyerahkan kunci motornya sambil memelas mas tolong kasih saya uang tip 50 ribu aja mas buat dibagi ke anak buah saya. saya meminta uang itu bukan cuma untuk saya aja mas tapi untuk anak buah saya juga...itu adalah seseran kami mas bapak itu memelas pada rendi.
Diberikanlah uang 50 ribu kepada bapak tadi sambil bilang " lain kali, bapak gak akan bisa peras orang semau bapak. karna itu tidak benar. suatu hari nanti bapak akan ketemu orang yang akan membuat pekerjaan bapak ini jadi hilang. coba bapak pikir kalo saya ini anggota kepolisian gimana nasib bapak sama anak buah bapak" . Lalu kami pun bergegas pergi menuju parkiran bawah dan segera pulang ke rumahku.