# Souvenir part 2 #

470 Words
Diperjalanan rendi membawa motornya dengan kecepetan diatas rata rata karena emosi atas kejadian diparkiran atas tadi. karena aku sangat takut dibonceng dengan kecepatan yang diatas normal dari biasanya cepat cepat aku meraba daerah juniornya yang sentak membuat rendi kaget dan mengurangi kecepatan motornya. "Aaaayaaaang jangan sekarang ya, kita lagi diatas motor nanti kalo akunya pengen gimana coba?? hmmmmmm tanya rendi padaku?? "dirumah kamu kan ada papa mama kamu sayang kata rendi nanti kalo juniorku minta jatah gimana kan gak bisa...eh iya ya kita ke rumahku aja rumahku lagi kosong mama papaku lagi keluar kota, kata  rendi. yang tadinya rendi emosi sekarang rendi h***y, aku tersenyum sambil membatin dalam hatiku...dan rendipun melajukan motornya lebih cepat dari yang tadi agar cepat sampai dirumahnya. sesampainya dirumahnya rendi membawa souvenir yang kami beli tadi di mall dan ditaruhnya diatas meja ruang tamu lalu rendi menarikku ke kamarnya . saat dikamar rendi langsung menghujaniku dengan ciuman panas yang sangat b*******h dengan cepat ia melepaskan semua pakaiannya dan segera melucuti bajuku hingga tubuhku polos tanpa sehelai benang ditubuhku.  Tanpa berlama lama rendi mulai menghisap puncak dadaku hingga aku mendesah "akh akh akhhhh akhh racauku dan juniornya melesak masuk kedalam milikku dengan satu dorongan "akh, sakit pekikku tanpa memghiraukan ku rendi mulai memaju mundurkan junior dengan menggila membuatku mendesah keras " akh akh akhhh akkkhh akh akh akh desahanku membuat rendi terus dan terus menggenjotku dengan semangat "akh akh akh akh akh, saaayaaang keeenaaapa kaaaamuuuuuuuhhh beeegiiituuuh niiikkkmaaaaattt racau rendi...akh akh akh akh akh akh aaakuuuuuuhh ingiiinnn daaaaannnn iiinggiiinnnn laaaagiiiiii mengggghuuuuujaaaammkaaaaan akh junioooorrrkuuuuuuh akh akh akh diiiiii miiiliikkkkkkkmuuuuuu sambil terus menggenjotku tanpa henti...aaakkkkkuuuuuuuhh maaaauuuuuuuuu liiiiimmmaaaaaa roooondddeeeee laaaagggiiiiiii yaaaanggggg pekik rendi  kaammmuuuu maasiiiihhh kkuuuattt kaaaaannn saaayaaaang" akh akh akh racau rendi padaku " akh akh akh hmmmmm akh akh akh iiiyyaaaa saaayaaaangggg aaakuuuu kkuuuaaattt akh akh pekikku pada rendi.  Rendi terus dan terus menghujamkan juniornya dimilikku tanpa henti terus dan terus "akh akh akh akh raasaaaanyaaa maaakiiiiinnn niiiikkkmaaaatttt yaaaaanggg akh akh akh akh laaamaaa laaamaaaa seeeemaaakiiinnn akkkuuuu peeenggeeenn laagiiii  akh akh akh hmmm akh akh akh hmmmm akh akh akh racau rendi tanpa memberi jeda pergulatan makin memanas peluh keluar membanjiri tubuh kami..saat sedang asyik asyiknya bercinta ponsel rendi berbunyi dan tidak dihiraukan oleh rendi yang sedang sibuk menghujamkan juniornya dimilikku..."akh akh akh akh aaayaaaaanggg poonnseeeell kaaamuuh buuunnyyiiiiii tuuuuhh akh akh akh hmmm akh akh akh hmmm desahku. " akh akh akh akh hmmm akh akh hmmm biiiaaaarrr aaajaaaa saaaayaaaang kiiitaaaa laaagiiiii niiiikkkmaaaaattt niikkkmaaatttnya akh akh akh akh naaanntiiii aaajaaaaaah akh akh akh akh hmmmm aakkkuuuuu maaasiiiihhh maaauuuu aayaaaaanggg akh akh akh akh hmmmm. racau rendi padaku.kamipun tidak menghiraukan deringan ponsel rendi yang berulang kali berbunyi kembali dan tetap melanjutkan aktivitas bercinta kami yang saat ini sedang panas panasnya bergelora, b*******h dan saling menuntut ingin lagi dan lagi terus terusan bercinta dan tidak mau untuk menyudahi acara bercinta kami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD