Setelah pertempuran panas diranjang, kamipun tertidur pulas. Aku terbangun karena ponsel rendi dari tadi terus berdering tanpa henti. Saat ingin kujawab telponnya tapi dering ponsel telah senyap kembali, kulihat log panggilan ponsel rendi seketika mataku terbelalak melihat ada 159 panggilan tak terjawab namun dari privet number. Kuperiksa kontak yang ada diponsel rendi tidak ada satu nomorpun yang membuatku curiga. Namun seketika aku terdiam ada sebuah kontak yang memggunakan sebuah sandi yang tidak bisa kulihat karna di password. Seketika jiwa penasaranku muncul begitu besar segera ingin mengetahui siapa pemilik kontak yang di password oleh rendi, kutengok sebelahku kulihat rendi masih tertidur pulas dengan senyum yang mengembang. Namun fikiranku sekarang terganggu bahkan amat sangat menggangguku sekali. Rasanya marah, geram, kesal, penasaran sebenarnya apakah ada rahasia dari rendi yang tidak kuketahui. Karena selama ini hubunganku dengan rendi sangat amat baik baik saja bahkan bisa dibilang kalau rendi tidak bisa jauh dariku. Karena aku selalu bepergian bersama dengan rendi, aktivitas kantorku pun selalu didampingi oleh rendi namun rendi tidak pernah memperkenalkanku pada rekan rekan kantornya dengan beralasan kehidupan pribadi tidak perlu diumbar dipublik karena hanya aku dan rendi yang menjalani bukan orang lain jadi rendi begitu tertutup masalah kehiduan pribadainya bila dikantor.
Akupun bergegas mandi untuk menyegarkan tubuhku yang kelelahan karena aktivitas ranjang bersama rendi. Saat mandi aku sempat melamunkan tentang privat number tadi yang menelpon rendi hingga ratusan kali yang membuatku gundah gulana.Dan entah kenapa instingku mengatakan kalau ada sesuatu yang tidak aku ketahui tentang masa lalu rendi. Seketika aku merasa ketakutan karena sekarang aku dan rendi sudah melakukan hubungan suami istri padahal kami belum sah menikah, aku merasa jadi wanita terbodoh didunia karena sudah percaya dengan perkataan dan tindakan rendi yang seketika meyihirku membuatku menghilangkan pondasi prinsip hidupku sehingga aku melanggar janjiku sendiri yang kubuat yaitu menjaga mahkota yang paling berharga dihidupku. Didalam hatiku bertanya tanya apakah yang menelpon rendi hingga ratusan kali adalah wanita yang paling rendi cintai seketika fikiranku melayang jauh membayangkan kalau si privat number adalah seorang wanita yang sangat diinginkan oleh rendi selama ini sedangkan aku hanyalah seorang wanita yang hanya pelepas nafsu birahinya saja batinku. Air mataku pun jatuh menetes kumerasa begitu hina dan kotor. ya allah apa yang sudah aku lakukan semua ini adalah dosa seketika tangisanku pecah mengingat privat number tadi. Kenapa aku bisa sebodoh ini yang begitu percaya dan tidak menyelidiki dahulu tentang semua masa lalu rendi. Yah, ku akui aku merasa tersihir oleh semua tindakan yang rendi lakukan padaku sehingga aku begitu sangat mempercayainya bahwa rendi tulus mencintaiku tanpa syarat. Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa gelisahku ini. Sungguh aku sangat bingung sekali apa yang harus kulakukan, rasanya saat ini aku ingin berteriak kencang untuk melepaskan amarahku.