#Tubuhmu bagaikan sebuah magnet#

399 Words
"Akhirnya sampe juga kita celotehku pada rendi. duh pegel ya naek motor kamu ren, pinggangku berasa mau copot".  Tanpa menjawab celotehku rendi langsung menggenggam tanganku terasa hangat.."yuk jalan, kita cari food court yang menunya enak aku laper ranti celoteh rendi padaku. lalu rendi membawaku ke food court korean. kami memesan beberapa menu khas korea. Selesai makan kami berbincang sebentar daaannn rendi menyatakan kalo dia suka denganku dan ingin menjalin hubungan serius hingga ke jenjang pernikahan. "ranti, mulai hari ini kamu resmi jadi calon istriku...pernyataan yang lugas dan jelas dari rendi dan akupun menyetujuinya karna akupun menyukai apapun tentang rendi. Selesai makan rendi mengajakku nonton di bioskop. Setelah kami memesan tiket dan segera memasuki bioskop ternyata film akan segera dimulai. Lampu mulai redup dan menjadi gelap kamipun menonton filmnya...daannn saat adegan ranjang aku menelan salivaku. Ternyata rendi memperhatikanku "bolehkah aku menciummu ranti?? tanpa basa basi rendi melumat bibirku dengan lembut dan cukup intens. lama kelamaan ciuman rendi makin panas hingga tanpa sadar kami ditegur oleh sesama pengunjung bioskop. Malu rasanya wajahku memerah begitupun rendi.  Setelah film habis kami langsung pulang ke rumahku.Sesampainya di depan rumahku kok kena lampu padam?? Tak berapa lama datanglah mbak yanti tetangga sebelah rumahku bilang " mbak ranti , ni kunci rumahnya semua pada pergi ke rumah sakit jengukin pak RT yang lagi koma. Deg, hatiku berasa mau lompat keluar...berarti hanya ada aku dan rendi berdua di rumah. mau kusuruh pulang gak enak karna habis jalan. Dan akupun mengajak rendi masuk ke dalam rumah.Saat kami berada di ruang tamu sengaja pintu rumah kubuka lebar biar gak ada fitnah karna kami belum menikah. Tak berapa lama ponselku berdering panggilan masuk dari mama. " Hallo mah, kenapa mah??  ranti mama sama papa pulangnya agak malem karna semua pada mau ngaji di rumah sakit buat kesembuhan pak RT, kamu gak apa apa kan di rumah sendirian??  iya mah gak apa apa jawabku lalu panggilan dari mama berhenti. Tiba tiba lampu padam....daaaannn aku kaget karna rendi sudah melumat bibirku dengan penuh gairah...ranti aku h***y gara gara film tadi...tangan rendi sudah bergerilya di dadaku, tanpa terasa bajuku sudah terbuka dan braku pun sudah copot dengan cepat rendi menghisap puncak dadaku, dijilatnya dengan panas bertubi tubi...ranti juniorku bangun tolong hisap dia...tanpa pikir panjang kuhisap juniornya yang menegang sempurna daaannn...keluarlah cairan putih kental di mulutku hampir tersedak. "huek, langsung kumuntahkan karna jijik". maaf sayang aku kelepasan abis enak sih hisapan kamu buat melayang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD