Session 2 - Bab 20

1770 Words

“Kamu pikir Syfa gak punya hati, Mas! Sejak kecil, kenapa kamu selalu semena-mena pada hidup kami, Mas? Sekarang, Syfa dewasa juga, hidupnya kamu ungkit-ungkit juga.” Baru kali ini aku mendengar ibu yang benar-benar marah. “Nur, biarkan Mas ngomong dulu sama Syfa. Kamu jangan mematahkan harapan Mas, dong! Lagian … Irfan juga kerjanya sudah mapan. Jadi, tak ada salahnya kalau mereka menikah, Nur!” Keras kepala memang. Bapak pun bersikukuh dengan pendapatnya. “Kamu kenapa keras kepala begitu, Mas? Apa kurang luka dan nama buruk karena kelakuan kamu di masa lalu pada kami?” Suara Ibu terdengar bergetar. “Merina sudah mempermalukan keluarga, Nur! Mas harus menebus harga diri keluarga Irfan dengan menikahkannya dengan putri Mas yang lain. Merina dan Reza sudah melakukan tindakan di luar bat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD