Permintaan Tak Logis dari Seorang Sahabat

1334 Words

Malam turun perlahan seperti selimut lembut yang membungkus seluruh komplek perumahan tempat tinggal Tara dan Selvi. Lampu-lampu jalan redup mengintip dari balik tirai jendela rumah Tara, mengaburkan bentuk-bentuk dalam cahaya keemasan. Setelah berbincang cukup panjang dengan segala keterbukaanku, aku sekali lagi menitipkan hard drive kepada Tara. Lalu aku memutuskan untuk berpamitan. Badanku lelah, pikiranku pun mulai mengawang-awang. “Aku pulang dulu, ya, sudah ngantuk banget” ucapku pelan. Tara menatapku, seolah mempertimbangkan sesuatu. “Nginep aja, Pan. Apalagi kalau ngantuk, bahaya nyetir sambil ngantuk…” “Enggak apa-apa, santai saja. Aku masih kuat nyetir mobil,” jawabku. “Panji, aku masih khawatir orang-orang beringas tadi datang lagi malam ini.” Aku menatapnya. “Tapi… ah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD