Mobilku memasuki gerbang Rumah Sakit, dan langsung menuju tempat parkir. Agak sulit mencari tempat parkir yang kosong. Terlalu banyak orang sakit di masa pandemi ini. Suasana begitu tegang. Di sebelahku, Kristianto duduk gelisah, tangannya menggenggam lututnya dengan erat. Wajahnya nampak pucat, matanya menatap lurus ke depan, seolah sedang membayangkan kondisi Randi yang baru saja mengalami kecelakaan. Begitu mobil berhenti, Kristianto langsung membuka pintu dan keluar dengan terburu-buru. Aku menyusulnya, dan kami segera menuju lobi rumah sakit. Begitu memasuki gedung, aroma disinfektan menusuk hidung. Petugas keamanan berjaga di pintu masuk, memastikan setiap pengunjung memakai masker dan menunjukkan bukti vaksinasi. Perawat berlalu-lalang dengan pakaian APD, wajah mereka tampak let

