Painfull Truth

1529 Words

Marissa kemudian masuk ke kamarnya dan menguncinya dengan rapat. Ia lalu meraih potretnya bersama mendiang ibunya dan memeluknya erat. " Mama... Aku kangen. Sangat kangen." bisiknya sambil menangis tersedu. Ponsel Marissa lalu berdenting satu kali yang menandakan sebuah pesan masuk untuknya. Nomor telepon yang meski tidak ia simpan lagi, namun ia kenali sebagai nomor telepon milik Christian. --- Call me anytime, i'm here for you. You know you can always count on me, baby --- Marissa hanya membacanya lalu kembali meletakkan ponsel di sisinya. Ia kembali mengingat bagaimana Christian tadi mencoba menenangkannya agar tidak bertindak gegabah. Bagaimana ia mengusap lembut punggungnya untuk tetap tenang. Ia tidak bisa memungkiri jika ia merindukan pria tersebut. Bagaimana Christian dulu mema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD