" Luar biasa! Kalian luar biasa!" ucap Marissa lalu keluar dari kafe tersebut dengan berlari. Farhad dan Yana saling memandang lalu berlari mengejar putri mereka yang kini sudah berada di daerah parkiran kendaraan. " Sayang dengerin mama dulu" " Lepasin saya!" " Ris, dengerin papa sama mama dulu nak" Marissa menghentikan langkahnya. Menatap sinis bergantian pada kedua orang di hadapannya. " Mama? Papa?" tanya Marissa denga nada sinis. " Kalian bukan orang tua saya! Kalian adalah pembunuh mama saya. Mulai hari ini, kalian bukan siapa-siapa saya. Sekarang kalian bisa hidup bahagia" " Ris, maafin mama. Dengerin penjelasan mama dulu, sayang. Kamu tahu kan kalau mama sayang sama kamu. Mama---" " Kamu tidak menyanyangi saya. Kamu hanya merasa bersalah sama mama saya, sahabat kamu. Karen

