Sudah jam 10 pagi dan Marissa masih berbaring di tempat tidurnya dengan malas. Biasanya, jika ia belum turun untuk sarapan jam segini, Yana akan menggedor pintunya untuk memastikan ia baik-baik saja. Namun tidak pagi ini, maupun pagi-pagi yang akan datang. Marissa tidak akan mendapati Yana yang akan memaksanya bangun untuk sarapan. Marissa menggelengkan kepalanya dengan yakin. " Aku harus melupakan mereka. Mereka nggak pantas untuk aku pikirkan." ucap Marissa meyakinkan hatinya. Sebuah panggilan dari Jeff membuatnya dengan malas meraih benda pipih tersebut. " Halo" " Halo. Lagi ngapain?" tanya Jeff. " Di rumah." " Nggak ke kampus?" " Aku nggak ada jadwal kuliah hari ini. Jadi aku harus kerja dulu. Tadi aku ijin masuk agak telat, soalnya lagi nggak enak badan" " Kamu sakit?" " Ngg

