Attar mondar-mandir, ia berjalan ke sana kemari ia mendadak menjadi tidak tenang. Ini sudah 2 jam berlalu semenjak Naysila dan Sahila membawa Calista ke rumah sakit. Rasanya, ia ingin menyusul ke sana. Tapi dia tidak seberani itu. Kali ini bukan gengsi, ia lebih merasakan takut. Ia takut melihat reaksi Calista saat bertemu dengannya. Saat Atar sibuk dengan lamunannya, terdengar suara mobil berhenti, Attar mengintip ternyata itu adalah mobil milik Naysila dan tak lama, Naysila pun keluar dari mobil. Lalu masuk ke dalam rumah. Tepat ketika masuk ke dalam rumah, Attar langsung menghadang langkah Naysila. “Apa!" tanya Naysila. Attar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Bagaimana kondisi ....” Attar mengigit bibirnya saat ia tidak mampu jujur, bahwa ia ingin tahu kondisi Calista. “D

