Sikap Dingin Azka

1336 Words

Aku hanya bisa berusaha menikmati sarapan sendiri, entah mengapa kehilangan Radit membuatku merasa sedih, tetapi didiamkan oleh Azka justru membuatku hampa. Ada apa dengan diriku ini? "Kania, kamu tidak kuliah hari ini?" tanya Kak Vania membuatku menoleh ke arahnya. "Aku akan berangkat sebentar lagi, Kak," jawabku sambil tersenyum. "Bagaimana jika Kakak yang antar kamu," tawar Kak Vania. "Enggak usah, Kak. Aku bisa berangkat sendiri," tolakku dengan halus. *** Kini aku telah tiba di kampus, tetapi Azka sama sekali tak berusaha untuk melihatku apalagi mengajakku berbicara. Sebenarnya, ada apa sih, dengannya? "Kania." Fitri menyentuh bahuku. Aku menoleh dan melihatnya yang langsung menarik kursi untuk duduk di sampingku. "Ada apa?" tanyanya pelan. "Apa kamu masih sedih soal Radit?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD