Seperti Pasangan Sungguhan

1175 Words

"Kenapa tidak bisa? Bukankah Allah maha membolak-balikkan hati hamba-hambaNya." "Sejujurnya, aku ingin belajar untuk menerimamu, tetapi lagi-lagi Radit terus mengisi hatiku ini. Apakah kamu bisa bersabar sedikit lagi untuk menungguku?" tanyaku pada Azka. Azka meraih tanganku, ia menatapku dengan hangat. Bibirnya membentuk lengkungan yang begitu manis. "Apa menurutmu selama ini aku tidak sabar Kania?" "Aku tahu itu, baiklah mulai sekarang aku akan berusaha untuk fokus ke padamu dan kuliah kita saja," ucapku dengan yakin. "Jadi ...?" tanya Azka tiba-tiba. "Jadi apa?" Aku mengernyitkan dahi. "Jadi ... kamu mau menerima kehadiranku di hidupmu? Kamu mau menerimaku sebagai suamimu 'kan?" tanya Azka sambil senyum-senyum sendiri. Aku mengangguk perlahan dan tersipu malu melihat mata Azka b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD