Berubah

1011 Words

Pov Raka. Aku yang sudah kehabisan cara, hanya bisa menyandarkan tubuh ke kursi. merasa heran dengan sikap Devina yang terlalu angkuh, dia ingin dimengerti tapi dia tidak pernah mengertikanku, bahkan sekarang dia sudah tidak menghormatiku. dulu Aku kagum dengannya karena dia bisa menghormatiku dengan tutur katanya yang lembut yang ramah yang enak di hati. Mataku terus menatap ke arah Devina, tapi hatiku terasa panas, jantungku berdebar tak karuan, rasanya ingin membalas memarahi Devina yang sikapnya berubah seperti anak yang baru dilahirkan, hanya bisa mendumel mendumel tampa memikirkan perasaan ibunya, yang sangat capek mengurus dirinya. "Kenapa kamu diam, Kenapa kamu nggak habiskan makananmu?" tanya Devina sambil kembali menatap tajam ke arahku. "Heh, kenapa masih melongo. Ayo makana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD