Pov Raka "Kak, Kakak nggak apa-apa kan?" tanya Devina yang menatap penuh keheranan, tangannya dilambai-lambaikan di hadapan wajahku, seperti seorang dokter yang sedang mengecek kesadaran pasiennya. Sebelum menjawab pertanyaan Devina, aku menarik kedua sudut bibirku untuk mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja. "tenang aja sih, aku nggak apa-apa kok." ujarku sambil tetap mengulum senyum kemudian menyimpan kembali helm yang tadi aku ambil dari bagasi depan, untuk menyembunyikan kekakuanku. "Terima kasih ya Kak atas pengertiannya, Sekali lagi mohon maaf besok Kakak jangan bosan untuk menjemputku lagi, aku pamit dulu ya Kak...!" ujar Devina yang membalikkan tubuh membuat jantungku kembali berdebar lebih kencang, karena ternyata rencana tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Batinku berper

