Pov Raka "Devina mau nggak jadi pacar aku, Devina mau nggak kamu menjadi pacar aku, Devina kamu mau nggak menjadi pacarku," aku mengulang kata-kata itu di hadapan cermin kecil yang tertempel di toilet, menghapalkan Apa yang hendak aku sampaikan dengan cewek yang menemaniku malam ini. Setelah merapikan rambut dan pikiranku kembali tenang, aku pun keluar dari toilet hendak menyampaikan kembali perasaanku yang tadi tak jadi aku utarakan. terlihat Devina masih berdiri di tempat yang tadi, dia masih menatapku dengan penuh keheranan. "Perutnya sudah baikan," tanya Devina yang terlihat khawatir. "Sudah, aku mau ngomong sesuatu," ujarku mencoba kembali. "Ya kalau mau ngomong. ngomong aja Kak, Kenapa harus pakai minta izin segala?" "Akuu, akuuuu, akuuuuu," tiba-tiba Otaku Blank kembali. "Kena

