Sudah dua minggu ini Arga selalu menemani Senja untuk mengantarkan sang Bunda ke Rumah Sakit. Arga terus saja mengikuti langkah Senja, kemana pun Senja melangkah, apalagi jika disana ada Devan, maka Arga tidak akan membiarkan Dokter itu bisa memiliki kesempatan untuk berdekatan dengan Senja. Seperti saat ini, Arga tengah menemani Senja yang menunggu sang Bunda yang sedang melakukan cuci darah, seperti yang sudah sudah. "Arga, bisa tidak kamu tunggu saja di depan. Kenapa selalu ikutin aku sih, kaya anak kecil saja!" Protes Senja yang merasa risih dengan sikap Arga yang terus menerus mengikutinya. Arga hanya menanggapinya dengan senyuman lalu kembali memperhatikan Senja. Senja pun hanya bisa menarik nafasnya dan dengan kepala yang dia gelengkan. "Bun, Senja ke toilet dulu ya, Bunda dite

