Memakai Lingerie? Why Not?

1001 Words

Setelah selesai berbelanja, Love mengajak Alara ke sebuah kafe rooftop dengan pemandangan kota yang indah. Langit mulai berwarna oranye, menandakan matahari sebentar lagi terbenam. Mereka duduk di sebuah sudut yang nyaman, dengan secangkir teh chamomile hangat di depan mereka. Alara memandang Love dengan mata berbinar “Mom, terima kasih ... Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya,” ujar Alara lirih. Love mengangguk lembut. “Kau pantas mendapatkan ini, Sayang. Kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami sekarang. Aku ingin kau tahu, aku sangat bangga padamu karena bisa membuat putraku menikah denganmu.” “Ah ya, sebentar,” Love mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Ini untukmu dan El.” Alara mengerutkan keningnya. “Apa ini?” “Itu agar hubungan ranjang kalian semakin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD