Kamu Masih Marah?

1840 Words

“Mungkin pencarian Nona Nadia akan menjadi mudah kalau nomer ponsel nona bisa dilacak. Tapi nyatanya ‘kan tidak. Bahkan sepeda motor nona hilang begitu saja bagai ditelan bumi.” Gandi tercenung sebelum akhirnya melempar ponselnya ke lantai. Untungnya ada karpet beludru tebal nan empuk sehingga ponselnya tersebut tidak sampai pecah. Lalu dia mengambil duduk di sofa dengan wajah frustasi. “Bagaimana dia bisa tidak terdapat di mana-mana? Dia itu siapa bisa hilang ditelan bumi begini? Apa mungkin dia memang disembunyikan oleh seseorang? Aku harus menelpon polisi sekarang. Aku tidak mau menundanya lagi.” Gandi memungut ponsel yang tadi dilemparkannya ke karpet beludru. Dia bersiap menelpon polisi ketika sebuah panggilan lebih dulu masuk. matanya melebar begitu melihat nama yang tertera di la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD