“Aku nggak ada waktu untuk membahasnya, kamu bisa mengerti itu, kan? Oke? Aku pergi, jangan lupa pulang,” seru Cindy yang sudah melenggang dari hadapannya Cakra. Tadinya memang ingin memperbaiki semuanya, hanya saja hatinya masih sangat sakit, butuh waktu lama untuk bisa menyembuhkannya, paling tidak membiarkan dirinya menyendiri terlebih dahulu sebelum benar-benar kembali membahasnya. Tujuannya memang tidak salah, kali ini dia benar-benar menemui kawan barunya di sebuah penginapan yang sudah dia carikan sebelumnya, setelah menghubungi nomornya, akhirnya mereka berdua pun bisa bertemu kembali. “Ah, Cindy? Akhirnya kamu datang juga, ayo, masuk.” Alesya begitu antusias untuk bertemu Cindy, apalagi saat ini suasana hatinya sangatlah baik. Semuanya seperti sudah diatur sang pencipta untuk

