“Kamu, lebih baik tenang dulu. Biarkan semua ini selesai dengan baik, mengerti?” “Selesai dengan baik bagaimana maksud kamu? Aku nggak ngerti lagi sama kamu, Zak.” “Saya sebenarnya tidak mencintai kamu, tidak seperti yang pernah saya katakan sebelumnya. Jadi, alasan yang sesungguhnya bukan karena saya jijik atau apa, perasaan lah faktor utamanya, Nay.” “Jangan, jangan dulu mengatakan apapun. Saya belum selesai berbicara, untuk apa menikah jika perasaanmu tidak diberikan pada seseorang yang akan menikah denganmu? Tentunya kamu pun tidak mau seperti itu, kan, Nay? Percayalah, bukan bermaksud jijik atau tidak bisa menerima dengan apa adanya, kalau seandainya saya mencintai wanita tersebut, seburuk apapun hidupnya, saya tetap akan memperjuangkannya, tapi tidak sebaliknya, jika tidak mencint

