Ruangan mewah dengan nuansa merah terang penuh lampu-lampu kuning, membuat Dominic sedikit menaruh segan kepada Marc Red, pria tua yang beberapa hari lalu memanggilnya. Awalnya Feng memberitahunya bahwa pria tua itu ingin bertemu di kantor saja, tetapi seperti yang Dominic duga, pria tua itu menunda pertemuan. "Tuan Barzini." Seorang pria muda berseragam staf hotel menyapanya. "Ya?!" Dominic menghentikan langkahnya, satu tangannya bersarang di saku celananya, membuatnya tampak lebih memesona setiap orang yang memandangnya. Namun hatinya tidak sebaik tampangnya. "Tuan Marc Red sudah menunggu Anda, di sana." Pelayan lelaki itu menunjuk sebuah pintu besar kayu berukir di ujung lorong yang di baliknya terdapat ruang makan VVIP. "Tunjukkan aku jalannya, Anak Muda," ujar Dominic mengangguk

