There’s something disturbing about recalling a warm memory and feeling utterly cold - Gillian Flyn. “Kalimat yang kau ucapkan pada Farah tadi itu mewakili siapa? Kau atau Laura?” tanyaku sambil berbaring di sofa bed. Sejak mengetahui kenyataan bahwa yang ada di rumah ini adalah Renata dan bukannya Laura, aku memutuskan untuk membeli sofa bed dan meletakkannya di kamar. “Kamu boleh tidur di sini, Bara.” Renata menepuk kasur di sampingnya. Menyengir lebar. Aku tahu dia bermaksud mengejekku. “Aku masih waras untuk menahan diri tidak tidur satu ranjang dengan wanita yang bukan istriku,” jawabku sekenanya sambil membaringkan diri di sofa. Penerbanganku minggu ini cukup padat sehingga baru tiba di rumah menjelang tengah malam dan terkejut mend

