Di kantor. Aslan melamun tidak jelas, ia melihat telapak tangannya yang sempat menampar Bella. Untuk pertama kalinya ia menampar perempuan. Rasa bersalah pun tiba, dia terus menghela nafas panjang. Tatapan sendu Bella sangat membekas di ingatannya. Tiba-tiba sekertarisnya datang dengan membawa Saga masuk ke ruangannya. "Saga? Ada apa?" tanya Aslan. "Aslan, aku ingin berpamitan. Aku harus kembali ke Italia, perusahaanku sedang mengalami masalah dan untuk kebun tehnya tolong kau kelola dulu." Aslan berdiri. Dia memeluk orang yang sudah ia anggap temannya. Mereka memang sama-sama b******n, pantas saja langsung cocok menjadi teman. "Sebelum aku pulang nanti malam kita minum lagi, oke? Aku sudah mencari wanita untuk menemani kita," tanya Saga. "Baiklah, aku juga bosan sekali rasany

