Saga mengubah rencana menjadi makan malam biasa. Walau dia bukan pria baik-baik namun ia masih tahu cara menghormati wanita. Mereka makan malam dengan dengan nikmat dan sedari tadi Saga memperhatikan Bella yang makan dengan malu-malu. Aslan yang merasa cemburu segera menyuapi Bella, suapan demi suapan ia lakukan menandakan jika Bella adalah miliknya. "Kalian pasangan yang serasi," ucap Saga. "Ya, terima kasih. Siapa yang tidak senang jika menikah dengan gadis muda?" jawab Aslan bangga. Saga tersenyum ringan, ia menuangkan anggur merah pada gelas Aslan lalu mereka bersulang. Sesekali mata Saga menatap Bella, ia masih ingin menyelidiki Bella. "Oh ya, kamu keturunan mana?" tanya Saga pada Bella. "Saya ..." "Dia keturunan Australia, ayah ibunya seorang konglomerat di sana. Mereka mem

