Bab 24 : Terblokir

1701 Words

Pagi hari yang cerah, sinar mentari menyorot pada wajah Aslan. Aslan merenggangkan tubuhnya dan ternyata ini sudah pagi hari. Kemarin, ia merasa mengantuk sekali setelah meminum air putih yang diberikan Kanya seusai melakukan hubungan suami istri. Aslan meraih ponselnya, ia mengecek riwayat pesan maupun panggilan dan ternyata tidak ada dari Bella. "Sudah bangun?" tanya Kanya. "Kenapa tidak membangunkanku? Aku melewatkan makan malam," ucap Aslan sambil bangun dari tempat tidurnya. Dia mengambil handuk dan segera menuju ke kamar mandi. Sementara Kanya hanya tersenyum kecut melihatnya, nomor Bella sudah ia blokir dan tentunya mereka tidak akan bisa saling menelpon atau mengirim pesan. Kanya menuju ke dapur, ia membantu menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Dani dan Dinda juga sudah ada di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD