Aslan merenung di balkon kantornya. Dia memandang lampu jalanan yang berwarna-warni menerangi kota metropolitan ini bahkan luka hasil dari pertengkaran dengan kakak iparnya belum diobati. Helaan nafas terus saja terdengar mengingat semua ucapan mertua dan orang tuanya. Aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan Bella. Aku tidak ingin kehilangan dia bahkan rasa cintaku pada Kanya seolah pudar. Bella, pertama kali kita berjumpa saat aku datang ke sekolah untuk memakinya. Aku sadar jika waktu itu keterlaluan dengannya bahkan sampai sekarang dia tidak pernah mengungkit hal itu tapi aku tidak egois untuk mempertahankan rumah tangga yang sudah ku bangun 20 tahun bersama Kanya. Aku memang pria b******k yang sudah menyakiti 2 wanita sekaligus. "Tuan, anda tidak pulang?" tanya sang sekertaris. "Ka

