Aslan berjongkok di depan Bella sambil memohon untuk ikut pulang. Semua warga melihat betapa tulus dan baiknya Aslan sebagai suami. Bella menahan tangisnya, ia bergetar tak tahu harus bagaimana. "Udah Mbak, ikut si Mas saja. Di sini juga mau apa? Pakdhemu seperti itu," ucap kepala desa Aslan tersenyum lalu menggenggam tangan Bella dengan erat. "Ayo pulang, Sayang! Kita bicarakan di rumah." Bella mengangguk, ia berpamitan kepada warga dan meminta maaf karena sudah membuat keributan. Bella segera ikut dengan Aslan masuk mobil dan sebelumnya menatap rumah pamannya yang tertutup rapat. "Bella, sudahlah! Ayo masuk!" pinta Aslan membukakan pintu mobil. Bella masuk dan Aslan duduk di sampingnya. Pak Ibnu melajukan mobilnya meninggalkan desa itu. Aslan yang tak pernah tinggal di pedesaa

