Aslan mendesah pelan, ia membanting ponselnya tatkala Kanya terus membicarakan tentang Bella. Aslan hanya ingin menikmati obrolan dengan istrinya. Sampai suatu ketika, ia mendengar suara gaduh di luar. Aslan keluar dari kamar dan melihat putrinya yaitu Dinda membanting semua perkakas. "Arrrrgh ..." "Dinda? Apa yang kamu lakukan?" tanya Aslan mendekat. "Seharusnya kau membawa pelakor ini pergi! Papa tahu betapa menderitanya Mama? Bawa pergi dia jauh-jauh!" bentak Dinda. Bella memandang Dinda dengan ketakutan. Aslan mencoba menenangkan putrinya namun Dinda semakin histeris. Bella sadar jika kehadirannya di sini hanya menambah luka keluarga itu. "Ini semua salah Papa!" teriak Dinda sambil menangis tersedu-sedu. Aslan memeluknya erat. Memberi kehangatan sebagai seorang ayah yang b

