Haris memutar knop pintu kamarnya dengan pelan. Begitu terbuka, dia bisa melihat Fara yang masih terjaga sambil duduk bersandar pada headboard ranjang. "Mas?" panggil Fara. Namun Haris hanya menatapnya datar. Lelaki tampan itu tampak acuh terus berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian tidur. Fara jelas merasa heran pada sikap suaminya. Haris tidak biasa seperti ini. "Mas?" panggil Fara lagi. Haris yang telah mendapatkan pakaiannya pun menoleh. "Kenapa?" tanyanya dingin. Fara dapat menangkap aura dingin dari sang suami. "K-kamu kenapa, Mas? Apa kamu marah?" tanyanya sedikit takut. "Seharusnya kamu sudah tahu jawabannya, Fara." Lagi, Haris menjawab dengan dingin. "K-kita perlu bicara, Mas. Kamu mau dengarkan aku, kan?" Haris menatap istrinya datar sambil menghela nafas dalam. "

