Haris tersenyum mendapati istrinya yang tengah tertawa kecil sambil menyiram tanaman bersama Bi Darsih. Lelaki tampan itu melangkah mendekat. Bi Darsih yang dapat menangkap keberadaan sang tuan pun sedikit membungkukkan badan, lalu berlalu meninggalkan mereka berdua di sana. "Mas?" panggil Nisa saat melihat sang suami telah berada di sampingnya. Grep! Haris melingkarkan tangan kekarnya pada perut Nisa. Memeluk wanita itu dari belakang. "Mas, jangan begini. Nanti ada yang lihat," tegur Nisa. "Tidak apa-apa, Sayang," jawab Haris santai. Dia tampak memejamkan mata sambil bersandar di bahu Nisa. Seketika Haris bisa merasakan ketenangan. Hanya dengan memeluk Nisa, amarah yang tadi menguasai dirinya hilang seketika. Cup! Haris mengecup pipi sang istri dengan lembut. Sedang Nisa tetap mel

